Locus of Control pada Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Wilayah DKI Jakarta
Main Article Content
Abstract
Literatur menunjukkan apabila dibandingkan dengan populasi non-narapidana, narapidana memiliki
kecenderungan memiliki locus of control (LoC) eksternal. Literatur juga menunjukkan bahwa dibandingkan LoC internal, keberadaan LoC eksternal pada narapidana lebih banyak diasosiasikan dengan dampak negatif, terutama saat mereka menjalani masa penahanan dan setelah menjalani masa penahanan. Di sisi lain, terdapat penelitian yang mengemukakan pentingnya keseimbangan antara LoC internal dan eksternal, karena LoC juga memiliki dampak positif bagi narapidana. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran kecenderungan LoC yang dimiliki oleh narapidana di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta. Penelitian ini adalah penelitian noneksperimental dengan desain deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive sampling, sampel pada penelitian ini adalah narapidana yang berada di beberapa lembaga pemasyarakatan wilayah DKI Jakarta (N=152). Alat ukur yang digunakan adalah LoC Scale yang disusun oleh Huntley, Palmer, dan Wakeling (2012). Alat ukur tersebut memiliki tiga dimensi, yaitu Internal (α = 0.510), Powerful Others (α = 0.647), dan Chance (α =0.757). Setelah data diolah melalui analisis statistik deskriptif dengan menggunakan software statistik SPSS,ditemukan bahwa mayoritas partisipan (93.4%) memiliki kecenderungan LoC eksternal. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi awal dalam mengembangkan intervensi yang bertujuan untuk menyeimbangkanLoC pada narapidana.