Reflection at Prison: Menguak Konsep Diri pada Residivis di Era Cengkeraman Stigma Negatif Lingkungan Sosial
Main Article Content
Abstract
Fenomena residivisme masih menjadi isu penting dalam sistem peradilan pidana, terutama terkait pembentukan konsep diri pelaku kejahatan berulang dalam menghadapi stigma sosial. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika pembentukan konsep diri seorang residivis melalui pendekatan kualitatif studi kasus dengan triangulasi sumber. Subjek penelitian adalah seorang residivis di Lapas Kelas IIA Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipatif, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh permisif dan tidak konsisten, lingkungan sosial yang menyimpang, serta pengaruh pergaulan negatif membentuk perilaku maladaptif dan memperkuat siklus residivisme. Selama masa hukuman, subjek mengalami proses refleksi yang mengubah konsep diri pada aspek fisik, sosial, moral, dan psikis, termasuk peningkatan kesadaran spiritual, penyesalan, keinginan hidup normal, serta rencana berkontribusi positif di masyarakat setelah bebas. Temuan ini menekankan pentingnya peran pola asuh dan lingkungan sosial dalam pembentukan konsep diri serta upaya rehabilitasi.
Article Details
References
Adnan, M. (2018). Pola asuh orang tua dalam pembentukan akhlak anak dalam pendidikan islam. CENDEKIA : Jurnal Studi Keislaman, 4(1). https://doi.org/10.37348/cendekia.v4i1.57.
Assyakurrohim, D., Ikhram, D., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2022). Metode studi kasus dalam penelitian kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(1), 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951.
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Berzonsky, M. D. (1981). Adolescent development. Mac Millan Publishing.
Bowlby, J. (1982). Attachment and loss. Basic Books.
Burns, R. B. (1993). Konsep diri (teori, pengukuran, perkembangan dan perilaku). Arcan.
Frankl, V. E. (1984). Man’s search for meaning. Simon & Schuster.
Howitt, D. (2010). Introduction to qualitative methods in psychology. Pearson Education Limited.
Hyde, J., Hankins, M., Deale, A., & Marteau, T. M. (2008). Interventions to increase self-efficacy in the context of addiction behaviours: A systematic literature review. Journal of Health Psychology, 13(5), 607–623. https://doi.org/10.1177/1359105308090933.
Kusumaningsih, L. P. S., & Syafitri, D. U. (2020). Positif atau negatifkah konsep diri pada narapidana residivis? studi deskriptif pada narapidana residivis di lapas kelas I Kedungpane. Jurnal Psikologi Ilmiah, 12(2), 176–184.
Latifah, N., & Ftriyanti, E. (2021). Hubungan pola asuh orang tua permisif dengan moral tidak baik remaja dan implikasinya terhadap konseling perorangan. Psychocentrum Review, 3(1), 80-95. https://doi.org/10.26539/pcr.31361.
Lembaga Tahan Negara Indonesia. (2022). Sistem databese pemasyarakatan: data jumlah terakhir jumlah penghuni perkanwil.
Nurfadilah., Wahyudin, M., & Irfan. (2020). Hubungan konsep diri dengan kecemasan narapidana pada rutan kelas II B Majene. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(1), 38–51. https://doi.org/10.35329/jkesmas.v6i1.651.
Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024).Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(17). https://doi.org/10.5281/zenodo.13929272.
Prihatsanti, U., Suryanto, S., & Hendriani, W. (2018). Menggunakan studi kasus sebagai metode ilmiah dalam psikologi. Buletin Psikologi, 26(2), 126–136. https://doi.org/10.22146/buletinpsikologi.38895.
Ramadhan, A. G., Ginting, M. L. B., & Octenta, C. (2021). Efektivitas program pembinaan kemandirian pada lembaga pemasyarakatan berbasis industri. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 15(2), 181–198. https://dx.doi.org/10.30641/kebijakan.2021.V15.181-198.
Robertson, A. A., Fang, Z., Weiland, D., Joe, G., Gardner, S., Dembo, R., McReynolds, L., Dickson, M., Pankow, J., Dennis, M., & Elkington, K. (2020). Recidivism among justice-involved youth: Findings from JJ-TRIALS. Criminal Justice and Behavior, 47(5), 1–20. https://doi.org/10.1177/0093854820922891.
Rogers, C. R. (1961). On becoming a person: a therapist's view of psychotherapy. Houghton Mifflin
Safitri, N., & Bakar, R. M. (2024). Hubungan antara religiusitas dengan subjective well-being pada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Makassar. Pinisi Journal of Art, Humanity and Social Studies, 4(1), 250–256.
Simarmata, B. (2016). Menanti pelaksanaan penahanan dan pidana penjara yang lebi humanis di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 7(3), 69–96. https://doi.org/10.31078/jk733
Sudirman., Sarjan, M., Rokhmat, J., Hamidi, Muliadi, A., Azizi, A., Fauzi, I., Yamin, M., Muttaqin, M. Z. H., Rasyidi, M., Ardiansyah, B., Khery, Y., & Rahmatiah, R. (2022). Praktik penilaian guru pendidikan sains antara keyakinan atau pengetahuan guru? perspektif filsafat. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3c), 2620–8326. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i3c.889.
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (Issue January). Saba Jaya Publisher.
Tamara, R. M. (2016). Peranan lingkungan sosial terhadap pembentukan sikap peduli lingkungan peserta didik di sma negeri Kabupaten Cianjur. Jurnal Pendidikan Geografi, 16(1), 44–55. https://doi.org/10.24036/spektrumpls.v1i2.2428.
Tim Penyusun KBBI. (2022). KBBI daring. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Tim Penyusun Statistik Kriminal. (2023). Statistik kriminal 2023, Volume 14. Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id.
Utami, R. R., & Asih, M. K. (2017). Konsep diri dan rasa bersalah pada anak didik lembaga pemasyarakatan anak kelas II A Kutoarjo. Jurnal Indigenous, 1(1), 84–91. https://doi.org/10.26623/jdsb.v18i1.563.
Yin, R. K. (1989). Case study research design and methods. Sage Publications.