Gambaran Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak: Dapatkah Keluarga Melindungi Anak?
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang kekerasan seksual pada anak dan penjelasan latar belakang keluarganya. Subjek penelitian adalah lima orang anak korban kekerasan seksual, yang kesemuanya telah menjadi kasus forensik dengan melibatkan aparat penegak hukum dalam penanganannya. Adapun kriteria subjek adalah: anak berusia dibawah 17 tahun, menjadi korban kekerasan seksual, kasusnya ditangani oleh aparat hukum, dan lokasi kejadian di sekitar Kota Medan Provinsi Sumatera Utara. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap anak dan wawancara terhadap orangtua serta pendamping anak. Analisis data secara kualitatif dengan cara mendeskripsikan, membuat kategori, dan interpretasi data. Hasil penelitian menemukan: (1) korban dan pelaku, melibatkan sesama dan lawan jenis; (2) lokasi dan konteks kejadian, terjadi di lingkungan sekolah, area ketetanggaan, dan area publik; (3) dampak pada anak, menimbulkan problem psikologis, sosial, dan hambatan pendidikan anak; (4) latar belakang keluarga, anak berada dalam struktur keluarga dimana figur ayah sebagai pelindung berperan minimal atau absen, serta kurangnya komunikasi antar anggota keluarga. Dapat disimpulkan bahwa kekerasan seksual pada anak terjadi bukan semata-mata akibat kurangnya perlindungan keluarga namun juga akibat kurangnya perlindungan yang diberikan oleh support system untuk anak, seperti lingkungan sekolah, ketetanggaan, kesadaran masyarakat, hingga pejabat dan aparat penegak hukum.
Article Details
References
Alsa, A. (2003). Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Dan Kombinasi Dalam Penelitian Psikologi. Pustaka Pelajar.
Garbarino, J. (1992). Children and Families in Social Environment (2nd ed.). Aldine de Gruyter.
Heriyanti, H., K. Pakpahan, D. S. Pinayungan, L. S. Pane, & G. S. Sormin. (2023). Upaya Penanggulangan Kekerasan Seksual Terhadap Anak Di SD Kota Medan. Jurnal Interpretasi Hukum, 4(2), 300–307. https://doi.org/10.55637/juinhum.4.2.7597.300-307
Humaira, D., Rohmah, N., Rifanda, N., Novitasari, K., Diena, U., & Nuqul, F. L. (2015). Kekerasan Seksual Pada Anak: Telaah Relasi Pelaku Korban Dan Kerentanan Pada Anak. Jurnal Psikologi Islam, 12(2), 5–10.
Irwanto, I., & Kumala, H. (2020). Memahami Trauma: dengan Perhatian Khusus pada Masa Kanak-Kanak. Gramedia Pustaka Utama.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (2025). Menteri PPPA: Banyak Perempuan dan Anak Korban Kekerasan Tidak Berani Melapor (Siaran Pers Nomor B-257/SETMEN/HM.02.08/05/2025).
Kaloeti, D. V. S., Indrawati, E. S., & Alfaruqy, M. Z. (2019). Psikologi forensik. Psikosain.
Lestari, S. (2014). Psikologi Keluarga: Penanaman Nilai dan Penanganan Konflik dalam Keluarga. Kencana Prenadamedia Group.
Merriam, S. B. (1998). Qualitative Research and Case Study Applications in Education. Jossey-Bass.
Octaviani, F., & Nurwati, N. (2021). Analisis Faktor dan Dampak Kekerasan Seksual pada Anak. Humanitas: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 3(2), 56–60. https://doi.org/10.23969/humanitas.v3iii.4118
Putra, R. A. (2025). Kekerasan Seksual pada Anak: Dampak Psikologis dan Strategi Penanganan yang Tepat. Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, 11(26).
Sarah, S. (2023). Systematic Literature Review: Riset Pelecehan Seksual pada Anak di Indonesia. Yinyang: Jurnal Studi Islam, Gender, dan Anak, 18(2). https://doi.org/10.24090/yinyang.v18i2.8573
Stephanie, E. S. (2014). Dinamika Resiliensi Pada Keluarga dari Anak Korban Kekerasan Seksual (Unpublished master’s thesis). Universitas Gadjah Mada.