Persepsi dan Justifikasi Kekerasan Terhadap Perempuan di Ranah Domestik: Kajian Psikologi Forensik tentang Dinamika Normalisasi Kekerasan

Main Article Content

Erly Yunita
Wiwik Sulistyaningsih

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan di ranah domestik masih menjadi fenomena sosial yang kompleks dan berkelanjutan di Indonesia. Berdasarkan data dari UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta, sepanjang Januari hingga Oktober 2025 tercatat 1919 kasus kekerasan terhadap Perempuan. Data Komnas Perempuan (2024) menunjukkan bahwa sebagian besar kasus kekerasan berbasis gender terjadi di ruang personal dengan pelaku utama adalah pasangan atau suami. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan tindakan fisik, tetapi juga mencerminkan proses psikologis dan budaya yang menormalisasi kekerasan sebagai sesuatu yang wajar dalam relasi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana persepsi dan justifikasi kekerasan terhadap perempuan terbentuk, dipelihara, dan dinormalisasi dalam konteks domestik melalui perspektif psikologi forensik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melibatkan 5 partisipan perempuan korban kekerasan dalam relasi domestik yang berdomisili di DKI Jakarta. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga tema utama, yaitu: (1) internalisasi persepsi kekerasan sebagai bentuk kasih sayang dan pengorbanan, (2) justifikasi moral dan religius terhadap tindakan pelaku, serta (3) normalisasi kekuasaan patriarki yang membentuk ketergantungan emosional korban. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan strategi perlindungan dan rehabilitasi korban berbasis gender yang lebih efektif di

Article Details

Section
Articles

References

American Psychological Association. (2020). Publication manual of the American Psychological Association (7th ed.). American Psychological Association.

Anderson, K. L. (1997). Gender, Status, And Domestic Violence: An Integration of Feminist and Family Violence Approaches. Journal of Marriage and The Family, 59 (3), 655–669. https://doi.org/10.2307/353952

Aquino, K., & Reed, A. (2002). The Self-Importance of Moral Identity. Journal of Personality and Social Psychology, 83 (6), 1423–1440. https://doi.org/10.1037/0022-3514.83.6.1423

Bandura, A. (1999). Moral Disengagement in The Perpetration of Inhumanities. Personality and Social Psychology Review, 3 (3), 193–209. https://doi.org/10.1207/S15327957PSPR0303_3

Bourdieu, P. (2001). Masculine domination (R. Nice, Trans.). Stanford University Press.

Connell, R. W. (2005). Masculinities (2nd ed.). University of California Press.

Fiske, S. T., & Taylor, S. E. (2013). Social Cognition: From Brains to Culture (2nd ed.). Sage.

Hakim, L., & Astuti, N. (2023). Persepsi Masyarakat Terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga di Wilayah Urban Indonesia. Jurnal Psikologi Sosial, 21 (2), 102–115.

Hidayat, M. (2023). Bias Gender dalam Penanganan Kasus Kekerasan Domestik oleh Aparat Penegak Hukum. Jurnal Hukum & Gender, 8 (1), 44–59.

Komnas Perempuan. (2024). Catatan Tahunan (CATAHU) 2024: Kekerasan berbasis gender di Indonesia. Komnas Perempuan.

Munir, L. (2019). Interpretasi Agama dan Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga. Jurnal Studi Islam dan Gender, 15 (1), 1–16.

Naved, R. T., & Persson, L. A. (2020). Factors Associated with Spousal Physical Violence Against Women in Bangladesh. Studies in Family Planning, 36 (4), 289–300.

Nugroho, A. (2022). Kekerasan Domestik dan Dilema Budaya: Perspektif Psikososial. Jurnal Psikologi Dan Budaya, 9 (2), 211–225.

Rahayu, D., & Sari, M. (2022). Rasa Bersalah dan Victim Blaming Pada Korban Kekerasan Rumah Tangga. Jurnal Psikologi Klinis Indonesia, 10 (1), 55–68.

Syarif, R. (2023). Kekerasan dalam Rumah Tangga Sebagai Konstruksi Sosial Budaya Patriarki. Jurnal Sosiologi Indonesia, 18 (2), 89–103.

UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi DKI Jakarta. (2025). Laporan data kekerasan terhadap perempuan dan anak Januari s.d Oktober 2025. Dinas PPAPP DKI Jakarta.

Walker, L. E. (2017). The Battered Woman Syndrome (4th ed.). Springer Publishing Company.

Walker, L. E. (2019). Trauma Transmission and Domestic Abuse: Intergenerational Effects of Violence. Journal of Family Violence, 34 (5), 421–433.

Wijayanti, S. (2021). Persepsi dan Pembenaran Kekerasan dalam Rumah Tangga di Masyarakat Patriarki. Jurnal Psikologi Forensik Indonesia, 3 (1), 15–29.